Showing posts with label good music. Show all posts
Showing posts with label good music. Show all posts

Saturday, 11 June 2016

Musik Bagus: Dulgeukhwa

Menemukan lagu-lagu bagus, apapun bahasa dan darimana asalnya, bagi saya selalu terasa menyenangkan. Beberapa waktu lalu, saya usai maraton menonton drama yang meninggalkan banyak kesan bagi saya, termasuk soundtracknya. Melalui drama itu, saya diperkenalkan pada lagu-lagu legendaris era '80-an Korea seperti Sanulrim, Lee Mon-se, The Zoo, Dulgeukhwa... Saya sudah mengulas sekilas tentang profil beberapa musisi ini di artikel saya, 

Lalu, beberapa waktu lalu, saya nonton tayangan acara penghargaan film yang disebut-sebut sebagai ajang penghargaan terbesar di Korea Selatan, Baeksang Art Awards. Di acara yang menurut saya cukup 'sepi' dan 'canggung' jika dibanding penghargaan-penghargaan sejenis di tanah air ini, ditampilkan pertunjukan musik dengan salah satu bintang tamunya Jeon In-kwon, vokalisnya Deulgukhwa duet bareng Hyorin "Sistar" yang membawakan salah satu lagu yang menjadi ost drama tersebut, Don't Worry Dear (versi ost-nya dinyanyikan oleh penyanyi Lee Juck). Saya menyukai lagu ini baik versi asli maupun cover-nya, tapi mendengar perform langsungnya saya benar-benar merasa terpukau dan entah bagiamana, tak tahan untuk tak menitikkan air mata karena terharu. Meskipun saya tak sepenuhnya memahami isi lagu ini, tapi musik memang lah sesuatu yang universal dan saya bisa merasakan nyawa dari lagu ini. Pun dalam sorotan kamera, terlihat banyak tamu undangan di acara itu yang tahan untuk tak meneteskan air mata. Hyorin dan Jeon yang memiliki suara khas yang sama-sama luar biasa, penghayatan mereka dalam menyanyi, lagunya yang memang bagus merupakan perpaduan yang sempurna dan membuat lagu ini benar-benar terasa menghipnotis. 

Jeon In-kwon yang duet keren bareng Hyorin di acara Baeksang Art Awards 2016
Saya pun kemudian penasaran untuk mengulik-ngulik lagi di internet, informasi yang lebih banyak tentang Jeon In-kwon dan band-nya Deulgukhwa ( 들국화). Dulgeukhwa dibentuk pada tahun 1985 (ada juga yang menyebut 1983), beranggotakan Jeon In-kwon, Choi Sung-won, Huh Seong-wook, Cho Deokhwan dan Ju Chan-kwon. Nama Deul Guk Hwa sendiri berarti Bunga Krisan Liar atau Camomile. Karena beberapa kemiripan dalam gaya bermusik, band ini disebut-sebut sebagai Beatles-nya Korea di awal kemunculan mereka (meski menurut saya musik mereka lebih mirip Pink Floyd).
Deulgukhwa yang berarti "wild chrysantemum"

Album debut mereka, “Haengjin (March),” langsung menjadi fenomena di kalangan generasi muda. Album ini juga ditempatkan sebagai ranking 1 dalam “100 Greatest Music Albums of Korea” pada tahun 2007.  Kekuatan utama lagu-lagu Deulgukhwa adalah pada musik mereka yang penuh melodik tapi berenergi, lirik-lirik yang indah dan vokal serta gaya bernyanyi Jun yang khas. Musik mereka kemudian dianggap mewakili jiwa pemberontakan dan kebebasan dari para generasi muda masa itu di tengah represi rejim diktator era '80-an.

Sayang, band ini kemudian mulai goyah ketika Jun, sang vokalis ditangkap karena penggunaan mariyuana. Pda tahun 1989, band ini menggelar konser perpisahan. Tapi secara resmi, band ini bertahan hingga tahun 1995. Pada tahun 1998, keyboardist mereka, Heo Sang-wook meninggal dan band ini sempat melakukan reuni dengan menggelar beberapa konser.

Deulgukhwa yang tak lekang oleh usia

Dulgeukhwa kemudian berkumpul lagi pada tahun 2012 dengan menyisakan 3 personel utamanya, Jeon In-kwon, Choi Sung-won  dan Ju Chan-kwon. Tapi pada bulan Oktober 2013, Joo sang drummer meninggal dunia. Konon kematian Joo ini meninggalkan duka mendalam bagi dua personelnya sehingga keduanya memutuskan untuk jalan sendiri-sendiri (bisa dibaca di interview Jun In-kwon di http://koreajoongangdaily.joins.com/news/article/article.aspx?aid=2984845). Jun hingga sekarang, masih aktif bermusik dan sering tampil live. Tercatat dia menyanyikan lagu lamanya "That's My World" ft. Dok2 untuk soundtrack drama Punch dan duet bareng penyanyi populer Korea, Psy untuk lagu "Good Day Will Come." Yah, meski usianya sudah uzur, jiwa rocker dan kualitas musikalnya agaknya belum juga surut (seperti yang saya lihat di acara Baeksang 2016 lalu).

Meskipun bisa dibilang band-nya berusia pendek, tapi Deulgukhwa seolah tak pernah ada matinya. Mereka terus hidup sebagai legenda musik Korea dengan gaya musik yang terasa orisinal dan lagu-lagu mereka selalu terasa tak lekang oleh waktu.

Biografi:
- Jeon In-kwon (전인권), lahir di Korea Selatan, 30 September  1954. Lead vokal, song writer
- Choi Sung-won (vocals, guitar, bass, keyboards)
- Jo Duk-Hwan (guitar)
- Heo Sung-Wook (keyboards), lahir di Korea Selatan tahun 1962. Meninggal di Kanada tahun 1997
- Choi Gu-Hee (guitar)
- Son Jin-Tae (guitar)
- Joo Chan-kwon (drums), lahir 18 Maret 1955 di Korea Selatan. Meninggal 20 Oktober 2013

Notable song:
- Parade (행진), Thats Only My Word, Train to the World, Please (Jebal), Oh You're Beatiful Lady, Easily, You and I, Everyday With You, Don't Worry Dear, Jejudo Perun bam (The Blue Night in Jeju Island), Saranghan hu-e/ After Love ( remake dari lagunya Al Stewart (1978) Palace of Versailees dengan lirik yang berbeda).

Discography:
- 1985: HaengJin/Parade (1985)
- 1986: Live(2CD)
- 1986: JeBal (Please)
- 1987: ChuEok DeulGukHwa (Remember, DeulGukHwa)
- 1988: PaRangSae (Blue Bird) - JeonInKwon
- 1988: JeJuDoEui PuReun Bam (Blue Night in JeJu Island)
- 1988: DaSi ManNalDdaeGgaJi (Untill We Meet Again)
- 1989: JiGeumGgaJi Ddi IJeBuTeo (Till Now, From Now)
- 1989 : Nae ChinGuYa (My Friend)
- 1989: MiRyeon (Lingering)
- 1990: EoRinWangJa (Little Prince)
- 1990: Sae HanMaRi (A Bird)
- 1992: Best
- 1993: Best
- 1992: AChimDongSan OSolGil (Pathway on a Morning Hill)
- 1993:  Live (JeonInKwon)
- 1994: Best in Live(live)
- 1995:  URi (Us)
- 1998: #01 (JeonInKwon & HanSangWon )
- 2000: One Man Band (JuChanKwon )
- 2013: Deulgukhwa


Salah satu kekuatan musik Deulgukhwa adalah pada musiknya. Meski saya bisa menikmati musik mereka tanpa paham liriknya, tapi saya juga cukup penasaran dengan lirik lagu-lagu mereka, terutama lagu "March" yang fenomenal itu. Saya coba browsing lirik lagu beberapa lagu Deulgukhwa tapi ternyata cukup sulit menemukannya di internet. Satu yang saya temukan dalam bahasa dan tulisan Korea (http://m.music.daum.net/) kemudian saya translate ke dalam tulisan latin lewat goggle terjemahan sementara untuk terjemahan bahasa Inggrisnya, nemu di website:http://mydearkorea.blogspot.co.id/) Sementara lirik lagunya yang lain juga hanya beberapa yang ketemu. Seperti lagunya, lirik lagu-lagu Deulgukhwa memang keren-keren, puitis dan penuh makna. 

Parade/Marching/Haengjin (행진)
Lyrics & Music: Jeon Inkwon

naui gwageoneun eoduwottjiman
naui gwageoneun him-i deul-eottjiman
geuleona naui gwageoleul salanghal su ittamyeon
naega chueog-ui geulim-eul geulil suman ittamyeon
haengjin haengjin haengjin haneun geoya
haengjin haengjin haengjin haneun geoya

naui milaeneun hangsang balg-eul suneun eobsgettji
naui milaeneun ttaeloneun him-i deulgettji
geuleona biga naelimyeon geu bileul maj-eumyeo
nun-i naelimyeon du pal-eul beollil geoya
haengjin haengjin haengjin haneun geoya
haengjin haengjin haengjin haneun geoya

nan nolae hal geoya maeil geudaewa
achim-i balg-aol ttae kkaji
haengjin haengjin haengjin haneun geoya (urineun)
haengjin (geudaewa) haengjin haengjin haneun geoya (urineun)
haengjin (ap-eulo) haengjin (ap-eulo) haengjin (ap-euro) haneun

geoya

나의 과거는 어두웠지만
나의 과거는 힘이 들었지만
그러나 나의 과거를 사랑할 수 있다면
내가 추억의 그림을 그릴 수만 있다면
행진 행진 행진 하는 거야
행진 행진 행진 하는 거야

나의 미래는 항상 밝을 수는 없겠지
나의 미래는 때로는 힘이 들겠지
그러나 비가 내리면 그 비를 맞으며
눈이 내리면 두 팔을 벌릴 거야
행진 행진 행진 하는 거야
행진 행진 행진 하는 거야

난 노래 할 거야 매일 그대와
아침이 밝아올 때 까지
행진 행진 행진 하는 거야 (우리는)
행진 (그대와) 행진 행진 하는 거야 (우리는)
행진 (앞으로) 행진 (앞으로) 행진 (앞으로) 하는 거야
행진 행진 행진 하는 거야
행진 행진 행진 하는 거야

English translation:

My past was dark.
My past was difficult.
But if I could love my past,
and if I could paint my memories,
then I would march, march, and march.
I will march, march, and march.

My future might not always be bright.
My future might be difficult at times.
But I’ll get rained on when it rains.
And when it snows, I’ll welcome it with open arms.
I will march, march, and march.
I will march, march, and march.

I’ll sing with you every day
until the morning dawns.
I will march, march, and march.
I will march, march, and march.


(credit to: ONSEMIRO: http://mydearkorea.blogspot.co.id/)

Don't Worry Dear

geudaeyeo amu geokjeong haji marayo
uri hamkke norae hapsida
geudae apeun gieokdeul modu geudaeyeo
geudae gaseume gipi mudeo beorigo

jinagan geoseun jinagan daero
geureon uimiga ittjyo
tteonan iege norae haseyo
huhoeeopsi saranghaessnora malhaeyo

geudaeneun neomu himdeun iri manhattjyo
saeroumeul ilheo beoryeottjyo
geudae seulpeun yaegideul modu geudaeyeo
geudae taseuro hulhul teoreo beorigo

jinagan geoseun jinagan daero
geureon uimiga issjyo
uri da hamkke norae hapsida
huhoeeopsi kkumeul kkueossda malhaeyo

jinagan geoseun jinagan daero
geureon uimiga issjyo
uri da hamkke norae hapsida
huhoeeopsi kkumeul kkueossda malhaeyo

jinagan geoseun jinagan daero
geureon uimiga issjyo
uri da hamkke norae hapsida
huhoeeopsi kkumeul kkueossda malhaeyo
saeroun kkumeul kkugessda malhaeyo

English Translation:


My dear, don’t you worry about a thing
Let’s just sing together
My dear, all of your painful memories
Just bury them deep in your heart

Just let the past be the past
It’s meaningful in that way
Just sing to the one who left you
Say you loved them with no regrets

You suffered so many hardships
You lost what it meant to be new
Let out all the hardships you went through
Let yourself go from the blame

Just let the past be the past
It’s meaningful in that way
Let’s all sing together
Say you dreamed with no regrets

Just let the past be the past
It’s meaningful in that way
Let’s all sing together
Say you dreamed with no regrets

Just let the past be the past
It’s meaningful in that way
Let’s all sing together
Say you dreamed with no regrets
Say you’ll dream new dreams



One is Lonely (Hananeun oerowo/하나는 외로워)

hana,dul
(dul-i dul-i) hananeun neomu oelowo
(dul-i dul-i) hananeun neomu oelobji
(dul-i dul-i) geuleona naega yeonghwaleul bolttaedo
naega sanchaeg-eul halttaedo honja issgido hajiman
geuleona uli doelsu iss-eumyeon honjabodaneun

(dul-i dul-i) hananeun neomu oelowo
(dul-i dul-i) hananeun neomu oelobji
(dul-i dul-i)

hana, dul, ses, nes
(nes-i nes-i) hananeun neomu oelowo
(nes-i nes-i) hananeun neomu oelobji
(nes-i nes-i)

uli saien neomu neolb-eun gangyeog-i
nal-i galsulog budamdoelmankeum
ulin yaghaejigu geuleona ulin
meon gildeul-eul gayahagie

hana, dul, ses, nes, daseos,
yeoseos, ilgob, yeodeolm
(manh-i ulimodu) hananeun neomu oelowo
(manh-i ulimodu) hananeun neomu oelobji

(dul-i nes-i manh-i ulimodu)
(dul-i nes-i manh-i ulimodu)
(dul-i nes-i manh-i ulimodu)
(dul-i nes-i manh-i ulimodu)
(dul-i nes-i manh-i ulimodu)

하나,둘
(둘이 둘이) 하나는 너무 외로워
(둘이 둘이) 하나는 너무 외롭지
(둘이 둘이) 그러나 내가 영화를 볼때도
내가 산책을 할때도 혼자 있기도 하지만
그러나 우리 될수 있으면 혼자보다는

(둘이 둘이) 하나는 너무 외로워
(둘이 둘이) 하나는 너무 외롭지
(둘이 둘이)

하나, 둘, 셋, 넷
(넷이 넷이) 하나는 너무 외로워
(넷이 넷이) 하나는 너무 외롭지
(넷이 넷이)

우리 사이엔 너무 넓은 간격이
날이 갈수록 부담될만큼
우린 약해지구 그러나 우린
먼 길들을 가야하기에

하나, 둘, 셋, 넷, 다섯,
여섯, 일곱, 여덞
(많이 우리모두) 하나는 너무 외로워
(많이 우리모두) 하나는 너무 외롭지

(둘이 넷이 많이 우리모두)
(둘이 넷이 많이 우리모두)
(둘이 넷이 많이 우리모두)
(둘이 넷이 많이 우리모두)
(둘이 넷이 많이 우리모두)
(둘이 넷이 많이 우리모두)
(둘이 넷이 많이 우리모두)


(One is lonely
One, two
(two of us two of us) one is too lonely
(two of us two of us) isn't one too lonely
(two of us) but when even I watch a movie
even when I go for a walk, I am alone but
but if it becomes "us", more than being alone

(two of us two of us) one is too lonely
(two of us two of us) isn't one too lonely
(two of us two of us)

one, two, three
(three of us three of us) one is too lonely
(three of us three of us) isn't one too lonely
(three of us three of us)

there is too wide of a distance between us
as days pass it becomes burdensome
we become weak but we
have to go on a far path

one, two, three, four, five,
six, seven, eight
(we are all many) one is too lonely
(we are all many) isn't one too lonely

(two of us three of us many all of us)
(two of us three of us many all of us)
(two of us three of us many all of us)
(two of us three of us many all of us)
(two of us three of us many all of us)
(two of us three of us many all of us)
(two of us three of us many all of us)


(credit to: http://lyricstranslate.com/)

sumber:
(http://zetawiki.com/wiki/DeulGukHwa) |http://mydearkorea.blogspot.co.id/ |http://kocpop.blogspot.co.id/ |
www.koreaherald.com/

Friday, 9 January 2015

Musik Keren: Clazziquai

Saya bukan penggemar lagu-lagu nge-beat atau musik electro, tapi Clazziquai adalah pengecualian. Yang saya tahu pertama kali dari Clazziquai adalah Alex. Waktu itu dengar Alex nggak sengaja  dari ngopi lagu  di warnet. Judulnya "Do soon eh," soundtrack-nya drama Korea "Que Sera Sera." Lagunya enak dan suara Alex juga keren banget. Saya kemudian tahu kalau Alex itu vokalis-nya Clazziquai, sebuah band beraliran acid jazz-elektronika Korea. Mereka mulai populer setelah ngisi ost-nya salah satu drama Korea yang cukup nge-hits, "My Name Is Kim Sam-soon" dengan lagunya "She Is" dan " Be My Love." yang memang enak didengar.  Penasaran, saya ngulik-ngulik di internet dan berhasil menemukan lagu-lagu mereka yang lain dan yeah, I'm fallin love with their music :)
Clazziquai

Clazziquai sendiri beranggotakan 3 orang: DJ Clazzi, Alex dan Horan. 
 DJ Clazzi bisa dibilang dedengkotnya band ini. Lahir 15 November 1974, dia punya nama lengkap Kim Sung-hoon, yang besar di Kanda. Dia tamatan dari Capilano College sebelum kemudian ngelanjutin belajar di CDIS (Center for Digital Image). Dia penggemar avid jazz dan biasa main piano untuk band beraliran jazz. Konon dia sempat kerja sebagai web designer, dan suka upload musiknya di internet. Dari sinilah kemudian muncul Clazziquai Project. Pakai istilah ‘project’ katanya karena ini merupakan semacam kerjasama yang bersifat sementara buat ngerjain suatu proyek musik. Meski begitu, konon anggota Clazziquai, karena ini kerjasama dalam menciptakan musik, mereka akan tetap eksis (buktinya mereka masih eksis hingga sekarang).
Alex yang nggak cuma populer sebagai penyanyi tapi juga merambah dunia akting


Anggota yang lain, yang paling beken, Alex Chu yang punya nama Korea Chu Hun-gon. Dia lahir 2 September 1979 (we born under the same sign :) ). Ia juga besar di Kanada. Lalu setelah besar balik ke Korea dan mulai bermusik. Punya modal Bahasa Inggris yang bagus, membuatnya fasih menyanyi, selain lagu-lagu Bahasa Korea juga Bahasa Inggris (dengan logat yang pas, nggak seperti kebanyakan penyanyi Korea yang logatnya kadang terdengar aneh :)).

Horan

Horan (Choi Horan) adalah vokalis cewek-nya Clazziquai. Dia menggantikan, Christina Chu, kakaknya Alex yang awalnya jadi lead vocal-nya Clazziquai. Nama aslinya Choi Su-jin, lahir tanggal 5 Juli 1979. Sama kayak Alex, Suaranya Horan ini juga keren dan memang pas banget kalau duet sama Alex.

Karena memang bersifat "project" Clazziquai memang tidak mengikat. Masing-masing anggotanya bebas bermusik di luar Clazziquai dan berkolaborasi dengan musikus siapapun. Pada tahun 2011, misalnya, DJ Clazzi sempat mengeluarkan digital single-nya dan menjadi produser musik untuk penyanyi Jepang, Izawa Asami.

Alex juga sempat bikin dua solo album dan beberapa single (meski saya lebih suka kalau dia bawain lagu-lagu bareng Clazziquai). Belakangan, didukung wajahnya  yang memang lumayan, dia juga mulai menjajal dunia akting  di beberapa drama Korea seperti  Finding Love , Pasta, Smile Dong Hae, Hotel King, She's so Lovable dan juga reality show  yang populer banget  "We've Got Married" (tapi menurut saya Alex tetep jauh lebih keren kalau lagi nyanyi. suaranya benar-benar TOP!).

Clazziquai, moga tetap eksis!

Pun dengan demikian dengan Horan. . Selain nyanyi di Clazziquai, Horan juga nyanyi untuk band-nya yang lain yang juga bergenre indie: Ibadi (band beraliran soul-acoustic. saya belum sempat dengar lagu-lagunya disana). Setahu saya, dia juga nyanyi solo, salah satu lagunya yang menurut saya enak banget adalah "Booranhan Sarang (Uncertain Love)" yang jadi ost-nya drama seri Korea "City Hall".

Di luar Clazziquai, Alex dan Horan ini sering duet dan tidak hanya membawakan lagu-lagunya DJ Clazzi, dan karenanya, nggak selalu bisa disebut Clazziquai meski Clazziquai identik dengan mereka berdua.

Whatever, saya pikir Clazziquai is one of Korean best music group dan semoga kerjasama mereka akan terus eksis dan selalu menghasilkan karya-karya yang qualified :)

Clazziquai Albums:instant pig (2004), color your soul (2005), LOVE CHILD of the CENTURY (2007), METROTRONICS (Special Album) (2008), MUCHO PUNK (2009), Blessed (2013), Blink (2014)


Favourite track:
I Will Give You Everything, Color Your Soul, Gentle Giant, Lazy Sunday Morning, Beautiful Stranger, Dateline, Flea, Speechless, You, Being Alone, Romeo & Juliet, Novabossa, I Will Never Cry, Gentle Rain, Madly

Sumber: wikipedia.org, generasia.com, koreanindie.com)

Monday, 22 December 2014

Musik Keren: Yuna & Zee Avi

Jujur, saya sering agak underestimate dengan musik dari negeri tetangga kita, Malaysia. Bukan apa-apa, hanya kurang pas saja di telinga. Tahun '90-an banyak band-band mereka yang cukup populer dengan lagu mereka yang mendayu-dayu, seperti  Slam dengan Gerimis Mengundang-nya yang nostalgis itu, Exist dengan Mencari Alasan dan... entah banyak lagi saya lupa :) Tapi itu sudah lama lewat dan hanya sesaat. Tentu saja ada Sheila Majid, Amy Search, Ella, dan belakangan Siti Nurhaliza, yang saya pikir banyak 'menyesuaikan diri' dengan musik tanah air sehingga bisa diterima. Meski begitu, tak ada yang benar-benar membuat saya menjadi 'favorit' hingga belakangan, saya 'menemukan' dua penyanyi ini: Yuna dan Zee Avi. Keduanya sebenarnya memiliki karakter musik yang hampir mirip, pop indi bernuansa akustik, kadang agak nge-jazz dibalut vokal mereka yang 'manis' tapi bagi saya benar-benar enak didengar.

Yuna

Saya tahu Yuna gara-gara merasa 'terganggu' dengan jingle iklan Pariwisatanya Malaysia dengan klaimnya "Malaysia Truly Asia" itu. " ...Sayangku jangan kau persoalkan/Siapa di hatiku/Terukir di bintang
/Tak mungkin hilang cintaku padamu..."
Tadinya, saya kira mereka menggunakan penyanyi Indonesia karena setahu saya, cengkoknya para penyanyi Malaysia nggak seperti itu. Setelah browsing-browsing, akhirnya tahu kalau lagu ini judulnya "Terukir di Bintang" dan dinyanyiin sama penyanyi yang bernama Yuna, asli Malaysia.

Nama aslinya, Yunalis Mat Zara'ai, cewek kelahiran Alor Setar, Kedah, Malaysia 14 November 1986. Konon Yuna sudah mulai menulis lagu sejak usia 14 tahun dan dia mulai karirnya dari situs MySpace sejak tahun 2006 dan dari situ mulai mendapat perhatian besar dari netizen.Tahun 2008, di rilis EP-nya dengan single "Deeper Conversation" yang konon jadi hit.
Yuna dengan jilbab khasnya

Karir bermusik Yuna mulai menanjak ketika dia diajak rekaman sama sebuah label rekaman asal AS,  dan kemudian pada tahun 2011, tandatangan kontrak dengan FADER Label yang bermarkas di New York, dimana kemudiandia rilis debutnya, bertitle "Decorate".

Pada Januari 2012, single-nya "Live Your Life", debut di iTunes dan merupakan single yang diproduseri sama Pharrell Williams. Kemudian pada April 2012, albumnya yang bertitle "Yuna" dirilis, menempati chart no. 23 di Pop Chart, no. 86 di Top 100 Albums di iTunes dan no. 23 di chart Billboard's Heatseekers dan mendapat banyak pujian dari kalangan musik. Dia kemudian juga ngisi soundtracknya "Savage".

Yuna menyebutkan kalau Yuna dalam bermusiknya, ia banyak dipengaruhi sama Coldplay, Bob Dylan dan Feist.

Selain menyanyi dan menulis lagu, Yuna juga bisa bermain gitar dan ukelele. Biasanya dia menulis lagu-lagunya dalam bahasa Inggris dan juga Melayu. Harus diakui, mungkin karena bahasa Inggris merupakan bahasa kedua di Malaysia, agaknya membuat logatnya terasa sempurna. Sementara untuk lagu-lagu Melayu, kebanyakan Yuna menggunakan "melayu" yang tidak terlalu bercengkok malaysia (lebih mirip ke logat Bahasa Indonesia).

Satu yang unik dari Yuna, selain musiknya yang emang keren, mungkin juga gaya berpakaiannya. Meski sudah populer secara internasional (baca: Barat),agaknya dia tetap konsisten mengenakan jilbab dan agaknya kemudian menjadi ciri khas penampilannya.

Diskografi:- Malaysia: 2008: Yuna/ 2010: Decorate/ 2012: Terukir di Bintang
- Internasional: 2011: Decorate/ 2012: Yuna/ 2013: Sixth Street/ 2013: Nocturnal

 (Sumber: Wikipedia)

Track favorit:* Tourist, Terukir di Bintang, Random Awesome, Fading Flowers

* Zee Avi
Dengar Zee Avi secara 'nggak sengaja'. Entah dimana ngopi lagunya, The Book of MorrisJohnson yang terdengar rancak dan enak ditelinga. Tadinya saya kira penyanyi barat yang nyanyiin karena logat Bahasa Inggrisnya terdengar sempurna. Eh, setelah browsing ternyata tahu kalau dia adalah Zee Avi, seorang penyanyi Malaysia.

Zee Avi nama aslinya Izyan Alirahman, kelahiran Miri, Sarawak, Malaysia (15 Desember 1985). Karir musiknya dimulai ketika tahun 2007 dia menguplod video lagunya di YouTube berjudul "Poppy" disusul dengan video yang lain "No Christmast For Me" dan langsung dikunjungi banyak viewers.

Patrick Keeler dari The Raconteurs melihat video ini dan kemudian menunjukkannya ke Ian Montone, manajernya The White Stripes, The Shins, The Raconteurs, M.I.A. dll. Montone kemudian mengirimnya ke Emmett Malloy, dan kemudian mengajaknya rekaman dengan Brushfire Records, studio rekaman yang sebagian dimiliki sama penyanyi Jack Johnson. "No Christmas For Me" kemudian menjadi rekaman pertamanya, yang muncul di album charity Christmas album "This Warm December: A Brushfire Holiday (Vol. 1)"
Zee Avi

Zee kemudian merilis albumnya tahun 2009, dan muncul di televisi AS di acara " Last Call With Carson Daly" membawakan lagu Bitter Heart. Album keduanya rilis tahun 2011, bertitle "Ghostbird" dengan single andalan "The Book of Morris Johnson". Berikutnya, Zee mulai melakukan banyak tur di AS bersama Pete Yorn, menjadi penyanyi opening konsernya Jack Johnson tahun 2010 di Greg Theater, UC Barkeley, dan opening konsernya Ani DiFranco. Dia juga melakukan tur ke beberapa kota besar Asia seperti Tokyo, Seoul, Taipei, Singapura dan Bali.

Dalam bermusiknya, Zee Avie konon banyak dipengaruhi sama band jazz Amrik tahun 20-an,Gershwin dan juga Ella Fitzgerald dan Billie Holliday. Dia juga menyukai musik bernuansa rock seperti The Carpenters,The Cranberries, Velvet Underground dan Led Zappelin dan juga menyukai Cat Power, Regina Spektor, Leonard Cohen, Tom Waits, Jolie Holland, Daniel Johnston dan Chris Garneau.

Hal lain yang khas dari Zee Avi adalah seringnya dia menggunakan instrumen ukelele dalam musiknya. Seperti halnya Yuna, Zee Avi menulis dan menyanyi baik dalam Bahasa Melayu maupun Bahasa Inggris. Kalau Yuna cenderung menggunakan Bahasa Melayu "umum", Zee Avi lebih sering menggunakan bahsa Melayu daerahnya (simak Kantoi, atau Siboh tak Nangis, misalnya).

Diskografi:
Zee Avi: 2009 / Ghostbird: 2011/ Nightlight: 2014

(Sumber: wikipedia.org)

Track favorite:

- Frosty Snowman, Monte, Kantoi, Siboh tak Nangis, First of the Gang to Die, The Book of Morris Johnson, No Christmast for Me, The Story, Bitter Heart

Meski bisa dibilang saya memfavoritkan kedua penyanyi ini, tapi sebenarnya saya kira musisi negeri ini banyak yang nggak kalah keren dari mereka. Hanya saja mungkin masalah kesempatan saja. Semoga :)

Tuesday, 25 November 2014

Musik Keren: J-Musik

1. The Blue Hearts
Sejujurnya, saya baru familiar sama Blue Hearts akhir-akhir ini, setelah nonton film Linda Linda Linda (judul film ini sendiri adalah salah satu judul lagunya Blue Hearts), padahal, Blue Hearts bisa dibilang grup musik yang cukup senior. Sangat senior malah. Bagaimana nggak, The Blue Hearts (ザ・ブルーハーツ,  Za Burū Hātsu?) saja dibentuk pertengahan tahun 80-an.

The Blue Hearts mengusung musik punk rock dan cukup sering mengundang kontroversi dengan menggunakan kata-kata tabu dan konon meludahi kamera tivi yang bikin mereka nggak boleh tampil di tv selama setahun (hihi, namanya juga anak punk :) ).

Meski mendulang sukses, sayangnya band ini nggak berumur panjang. Tahun 1995 mereka bubar. Meski umurnya nggak panjang, tapi agaknya The Blue Hearts benar-benar meninggalkan jejak yang berarti banget di kancah musik Jepang. Nggak heran kalau HMV Japan menobatkan mereka dalam daftar 100 most important Japanese pop acts pada urutan ke-19. Musik mereka keren, khas punk yang kalau dengerin rasanya ingin ikut teriak. Meski begitu, lirik-lirik mereka tetap terasa puitis.

My Fave songs of Blue Hearts:
1. Owaranai Uta
2. Boku no Migite
3. Love Letter
4, Linda Linda
5. Shalala
6. Kiss Shite Hoshi
7. Yori ai waKome te


2. Monkey Majik
Saya dengar Monkey Majik dari soundtrack film Yoru no Pikiniku, Futari, yang langsung mengusik telinga. Penasaran, saya browsing-browsing di internet coba dengerin lagu mereka yang lain. Bagus-bagus ternyata.

Monkey Majik, meski band Jepang tapi dibentuk sama bukan orang Jepang, Maynard Plant yang asal Kanada. Awalnya, Maynard ini kerja di Jepang sebagai asisten guru bahasa Inggris (Assistant Language Teacher/ALT/ JET Prgram) sejak tahun 1997. Lalu tahun 2000, bareng rekannya, Thomas Pritchard, Chad Ivany, dan Misao Urushizaka, bikin Monkey Majik. Nama Monkey Majik sendiri adalah ide dari Tom Pritchard, diambil dari lagu band asal Inggris, Godiego, Monkey Magic.

Sayang, Pritchard dan Ivany nggak lama bertahan. Maynard pun ngajak adiknya, Blaise untuk gabung di band. Misao juga kemudian keluar. Saat ini,selain kakak adik Plant, ada dua anggota lain, Tax di drum dan Dick sebagai bassist.

Meski awalnya cuma sekedar hobi, setelah merilis EP bertitle, TIRED tahun 2001 dan laku di pasaran, mereka mulai serius bermusik dan kemudian makin populer, tentunya.

Yang unik dari Monkey Majik mungkin adalah lagu-lagunya yang yang meski campuran bahasa Jepang dan Inggris seperti kebanyakan lagu-lagu pop Jepang, tapi lirik bahasa Inggrisnya yang lebih banyak lalu dicampur sedikit lirik bahasa Jepang. Musiknya meski bisa dibilang mainstream, tapi mereka punya gaya sendiri yang membedakannya dengan band-band lain. Sentuhan vokalis Maynard yang khas juga menjadi ciri khusus band.

Hal lain yang juga unik dari Monkey Majik ini, konon meski sudah sukses secara komersil, tapi mereka tetap berbasis di Sendai, kota tempat band ini dibentuk, yang lokasinya sekitar 350 km dari Tokyo. Sepertinya mereka nggak tertarik untuk pindah ke Tokyo, seperti kebanyakan band atau musikus yang sudah sukses. Salut lah, meski sudah sukses, kayaknya mereka tetap humble :)

Fave song of Monkey Majik:
1. Futari
2. Sakura
2.Aishiteru
3. Aitakute
4. Don’t You Cry
5. Akari
6. Mitsumoto


3. Aqua Timez
Dengar Aqua Timez pertama kali? Hmm, lupa saya. Sepertinya sih nggak sengaja dunlut di internet dan pas didengerin ternyata unik juga lagunya mereka. Saya coba beberapa lagu lagi, ternyata juga enak. Menurut saya lagu mereka unik. Syairnya panjang-panjang dan cenderung datar (bikin kesel karena susah ngikutin nyanyinya :) ) tapi tetap enak didengar.

Aqua Timez dibentuk tahun 2000. Futoshi (vokal) sama OKP-Star (Ōkēpī-Sutā), bassist,  ketemu di internet dan sadar kalau mereka kuliah di tempat yang sama. Mereka kemudian bikin Aqua Times dan tahun 2003 bikin mini album dan single yang mereka produseri sendiri.

Tahun 2005 mereka ganti nama jadi Aqua Timez dan mereka merilis mini album Sora Ippai ni Kanaderu Inori, yang masuk no #1  Oricon weekly album chart. Tahun 2006, mereka kemudian menandatangani kontrak dengan Sony Music Ent. dan merilis mini album, Nanairo no Rakugaki dimana single pertama mereka, “Ketsui no Asa Ni” dipakai untuk soundtrack film Brave Story. Lagu mereka yang lain, “Sen no Yoru wo Koete” (Passing Over a Thousand Nights), masuk no 5 di Oricon chart. Setelah itu, kepopuleran pun mengikuti mereka.

Favorite:
1. Ketsui no Asa ni
2. Ehagaki no Haru
3. Sen no Yoru wa Koete
4. Chiisana Tenohira
5. Itsumo Issho


4. L'ar-en-Ciel
L’arc-en-Ciel (Laruku), nggak berlebihan kiranya kalau menyebut mereka sebagai the greatest J-rock band ever. Bagaimana tidak? Meski mengusung musik bernuansa japanese rock yang kental, tapi mereka bisa mendunia, bisa disejajarin dengan band-band rock dunia lainnya.

L’arc-en-Ciel (yang dalam Bahasa Perancis berarti ‘Pelangi‘) dibentuk tahun 1991 di Osaka. Awalnya adalah Tetsuya (Tetsu, bassist) yang punya ide bikin band dengan mengajak Hyde (Hide, vocal), Hiro (gitar) dan Pero (drum). Sejak awal, namanya memang sudah L’arc-en-Ciel. Sayang, setahun kemudian, Hiro hengkang dari band (kemudian diganti sama teman kuliah Tetsu di Nagoya Institute of Technology, Ken). Masalah belum selesai karena Pero sang drummer juga kemudian keluar, hingga kemudian diganti sama Sakura.

Tahun 1993, L’arc-en-Ciel rilis album pertama mereka, Dune, di bawah indie label, Danger Crue yang langsung sukses menduduki Oricon indies chart. Kesuksesan itu bikin mereka kemudian dilirik sama major label, Sony’s Ki/oon dan mereka ngeluarin album, Tierra (1994). Album berikutnya, True (1996), sukses banget di pasaran. Dan sesudahnya, L’arc-en-Ciel semakin sukses...

My Favourite songs of Laruku:
1. Anata
2. Hitomi ni Jyunin
3. Ibara no Namida
4. L’heure
5. Jyoushi


5. Spitz
Denger nama Spitz sudah lama… sekali. Waktu itu dapat kiriman surat pendengar dari radio NHK untuk siaran Bahasa Indonesianya dan dikasih semacam song of the month. Pas lagunya Spitz, Robinson. Waktu itu nggak terlalu ngeh karena belum pernah dengar lagunya. Belakangan saya coba browsing di internet dan ketemu lagu-lagu Spitz. Coba didengerin, ufh, ternyata lagunya enak-enak. Sejak itu, saya nobatin Spitz sebagai salah satu band Jepang favorit saya. Lagu Spitz yang pertama mengena, Kimi Ga Omoide ni Naru Mae ni. Sakana liriknya lucu. Lalu Oomiya Sanseto dan J’et aime yang terasa begitu menghanyutkan.

Musik Spitz konon dipengaruhi sama Donovan, british band. Nama Spitz dibuat sama Kusano, sang vokalis,  dari Bahasa Jerman, yang artinya ‘tajam/runcing’. Di samping juga ada anjing ras JapaneseSpitz yang senang menggonggong (cocok untuk citra band) dan pernah populer di tahun 60-70an. Konon Kusano pengin ngasih nama ini untuk bandnya di sekolah menengah, tapi teman-temannya nggak pada setuju. Fans Spitz sendiri disebut, Spitsbergen, kayak nama sebuah pulau di Norway.

Saya nggak tahu bagaimana kepopuleran band ini di Jepang, tapi di Indonesia, sepertinya tak terlalu terkenal. Mungkin karena sudah senior jadi kalah populer sama band-band baru yang terus bermunculan. Whatever, I like Spitz so much! Nggak seperti kebanyakan J-rock yang riuh, musik Spitz cukup jernih di telinga, bisa dibilang ballad, tapi juga nggak mellow dan liriknya juga tak terlalu panjang-panjang (seperti kebanyakan lagu Jepang) tapi tetap indah. Ditambah vokal Kusano yang khas. Semoga mereka terus berkarya.

My Favourite Songs of Spitz:
1. Kimi ga Omoide ni Naru Mae ni (selain musik yang enak, liriknya juga terasa dalem)
2. Sakana (liriknya unik. sakana sendiri artinya: ikan :) )
3. Oomiya Sanseto (nuansa akustik yang kental. menghanyutkan!)
4. J’taime (romantis :) )
5. Robinson (so Spitz…)
6. Koi no Uta (lagu yang terdengar jenaka, seperti orang yang lagi dimabuk cinta)
7. Amai te (intronya keren
)

6. Remioromen

Awalnya ‘terganggu’ dengan ending theme-nya dorama One Litre of Tears yang ditayangin sebuah tivi swasta. Nyari di internet, dan dapatlah nama Remioromen  (レミオロメン). Di dorama itu, Remioromen nyumbang dua lagu: Konayuki dan Sangatsu Kokonoka (March 9). Dua-duanya keren. Nggak ding, tapi keren banget! :) Hingga kadang saya menempatkan sebagai ‘theme songs of my everyday life’ karena nyaris nggak pernah bosan dengerinnya.

Seperti umumnya band Jepang, genre Jpop/Jrock mereka cukup kental. Kadang terlalu riuh atau ‘flat’, kadang ada satu dua lagu yang terlalu mirip.. dan karenanya, jujur, saya nggak bisa menikmati semua lagu Remioromen. Meski begitu, Remioromen masuk dalam my japanese most fave band. Apa yang membuat saya suka? Musiknya, lirik-liriknya…nggak seperti kebanyakan Jrock yang berisik, Remioromen terkesan lebih melodius ditambah vokal Ryota Fujimaki yang agak ‘berat’ tapi jernih.

Remioromen sendiri mulai aktif sejak tahun 2000, dibentuk sama tiga anak muda dari Yamanashi Prefecture: Ryota Fujimaki, Keisuke Maeda dan Osamu Jinguji. Konon nama Remioromen sendiri nggak punya arti khusus, cuma semacam permainan kata. Meski mereka nggak populer-populer banget, tapi mereka tetap eksis dan agaknya mendapat apresiasi yang bagu di negeri asalnya sono.

Kalau di list, ada lagu-lagu Remioromen yang saya suka:
1. Konayuki
2. Sangatsu Kokonoka (March 9)
3. Shinkokyu
4. Natsu no Hi
5. Natsu Mae Coffee
6. Nami
7. Bokura Wa
8. Akenezora
9. Wonderful Beautiful
10. Beer to Purin
11. Ryuusei
12. Umi no Ballad


7. One Ok Rock
Bisa dibilang One Ok Rock adalah generasi mudanya band rock Jepang. Band ini dibentuk tahun 2005. Toru yang waktu itu masih SMA, ngajak kawannya, Ryota, lalu ngajak Alex dan Taka sebagai vokalis. Terakhir adalah Tomoya, si drummer.

One Ok Rock sendiri konon berasal dari kata bahasa Inggris 'one o'clock' yang merupakan jam yang dipakai band untuk berlatih di akhir pekan. Dan karena dalam bahasa Jepang huruf 'l' biasanya dilafalkan 'r' jadilah 'o'clock' dilafalkan 'o'crock' dan kemudian dibuat nama band 'ok rock.'

Meski dibilang masih 'muda', namun lagu-lagu mereka sudah jadi langganan di Oricon Charts, chart-nya lagu-lagu Jepang. Hingga saat ini mereka sudah merilis 5 album.

One Ok Rock bisa dibilang salah satu dari sedikit j-rock band 'muda' saat ini yang meraih sukses, di tengah hebohnya boyband-boyband-an. Tentu saja, ini tak lepas dari kualitas bermusik mereka yang memang bisa diacungi jempol. Ganbare, One Ok Rock! :)

My Favourite:

1. Wherever You Are
2. Etcetera
3. Hitsuzen Maker
4. Answer is Clear

Monday, 13 September 2010

Loveholic


Ini juga salah satu band indie Korea yang music-nya ear catching. Personelnya terdiri dari Kang Hyung-min (Lead Guitar), Lee Jae-hak (bass), Ji-sun (vocal). Berdiri tahun 2002. Tahun 2007 Ji-sun mundur dari grup dan vokalis band ini pun ganti-ganti.

Tearliner

Sekilas mirip-mirip The Melody, terutama untuk lagu Go Go Chan! yang jadi soundtrack Coffee Prince. tapi nuansa beda kedengaran di lagu Ba da yuh haeng dan lagu-lagu lain ternyata lebih berwarna dan lebih nge-rock. Sayang, cuma sedikit profil mengenai mereka yang bisa di dapat di internet. Agaknya, popularisasi band-band Korea di internet nggak segencar drama-drama-nya. Mungkin juga karena ini band indie. Dari situs kpopwiki.com cuma ditulis info kalo band ini beranggotakan dua orang: Park Sung Hoon, Kim Sung Min. That's all. Really wanna know more about them :(

The Melody




Denger lagu mereka dari ost-nya Coffee Prince dan rasanya langsung mengena. terutama Good Bye. Musiknya agak mellow tapi juga ada nuansa ceria ditambah vokal Taru yang 'crunchy' (mengabaikan aksen bahasa inggrisnya yang sangat Korea :) ) The Melody termasuk band indie Korea, anggotanya: Go Woong (Keyboard, penulis lirik & lagu), Gwang-young (Guitar), Ta-ru (vocalist). Band ini berdiri tahun 2003 tapi baru populer tahun 2006 dan ngehits setelah lagunya jadi soundtrack Coffee Prince, kayak Good Bye, Lalala Love, Song, Polly. Saya juga denger lagu mereka di soundtracknya Lovephopbia, Whatever. Sayang, band ini kabarnya dah bubar sekarang dan si vokalis, Ta-ru, bersolo karier. Anggota lain juga




Taru:


Name: Kim Min Young


Born: Seoul, July 10 1982


Height/Weight: 163/42




Sayang, nggak udah ngolakalik web nggak nemu profil anggota yang lain.