Dan kau menyadari bahwa hidupmu terdiri atas serpih-serpih puzzle rumit & berserakan. Proses hidup adalah pencarian keping-keping itu. Kadang terasa melelahkan, tapi ketika kau berhasil menemukannya, ada puas tak terkira yang kau rasakan.
Thursday, 20 February 2014
Thursday, 2 January 2014
Tahun Baru 2014
Selamat datang 2014: saatnya melakukan, bukan sekadar merencanakan. 'coz "ife's too short for what if's and plans (zee avi-monte)"!!!
Friday, 22 November 2013
Lubang
Apao seorang bocah lelaki yang cerdas. Dan seperti bocah pada umumnya, ia menginginkan orangtuanya utuh. Tapi ayahnya melarat dan ibunya tak tahan hidup susah. Bagaimanapun ia berusaha mencegah, ibunya akhirnya kabur juga ketika ia dan ayahnya sedang liburan. Kepergian ibunya membuat ayahnya terpuruk. Ia malah mabuk-mabukan, pekerjaannya kacau dan dikejar-kejar penagih hutang. Apao terus meminta ayahnya mencari ibunya dan ketika ayahnya mulai acuh, ia berusaha mencari sendiri. Ia mendapati ibunya sudah hidup nyaman dan tengah hamil pula. Ia merasa diabaikan. Karenanya, daripada hidup nyaman dengan ibunya, ia memilih kembali pada ayahnya yang melarat.
Ayahnya hidup dalam keterpurukan yang kian dalam dan ketika uang sudah ludes, sang ayah menyuruh Apao mencuri. Selalu gagal dan akhirnya ditangkap polisi. Ketika ia minta tolong, ayahnya tak datang menolong. Ia pun masuk penjara. Ketika sang ayah datang membesuk dengan segala penyesalan, ia marah dan menggigit telinganya. Sang anak pun hidup dengan lubang menganga. Untunglah, itu cuma di film. After this Our Exile (2006). Film yang besutan sutradara Patrick Tam dan dibintangi Aaron Kwok ini terasa begitu menyesakkan. Tapi bukankah dalam kehidupan nyata juga begitu banyak anak yang hidup dengan lubang menganga? Dan kenyataan bahwa aku tidak termasuk di antaranya, membuatku merasa bersyukur. Betapa tidak nyamannya hidup dengan lubang seperti itu. Lubang luka yang acapkali menjadi tempat berbiaknya bermacam sakit: amarah, dendam, kecewa, benci...
Ayahnya hidup dalam keterpurukan yang kian dalam dan ketika uang sudah ludes, sang ayah menyuruh Apao mencuri. Selalu gagal dan akhirnya ditangkap polisi. Ketika ia minta tolong, ayahnya tak datang menolong. Ia pun masuk penjara. Ketika sang ayah datang membesuk dengan segala penyesalan, ia marah dan menggigit telinganya. Sang anak pun hidup dengan lubang menganga. Untunglah, itu cuma di film. After this Our Exile (2006). Film yang besutan sutradara Patrick Tam dan dibintangi Aaron Kwok ini terasa begitu menyesakkan. Tapi bukankah dalam kehidupan nyata juga begitu banyak anak yang hidup dengan lubang menganga? Dan kenyataan bahwa aku tidak termasuk di antaranya, membuatku merasa bersyukur. Betapa tidak nyamannya hidup dengan lubang seperti itu. Lubang luka yang acapkali menjadi tempat berbiaknya bermacam sakit: amarah, dendam, kecewa, benci...
Tuesday, 24 September 2013
Sunday, 18 August 2013
Faith
“Doubt is useful, it keeps faith a living thing. After all, you cannot know the
strength of your faith until it is tested.” (Dari film"Life of Pi" Pi Dewasa ke Penulis Novel)
Thursday, 15 August 2013
Tuesday, 17 May 2011
untitled
saya menyadari, ternyata saya merasa nyaman berada di dasar telaga yang tenang daripada di berada di permukaannya yang riuh
Subscribe to:
Posts (Atom)

