Awalnya, saya baca Bothcan kemudian Saga no Gabai Bachan dan kemudian tertarik untuk baca buku-buku sejenis. Waktu lihat di Gramedia sampul buku ini beserta judulnya, Dua Belas Pasang Mata, langsung mengingatkan saya sama buku-buku tersebut dan akhirnya memutuskan untuk membeli.
Cerita 12 Pasang Mata memang agak mirip-mirip sama kedua buku yang saya sebutin di atas, meski juga nggak sama. Di buku ini, diceritakan tentang kisah seorang guru, Miss Koishi, guru muda yang ditempatkan di sebuah daerah terpencil pinggir laut, berlatar tahun 1928. Dengan semangat dan idealisme orang muda. Awalnya ia dinilai buruk oleh murid-murid dan para orang tua, namun dengan 'kepolosannya' ia berhasil memenangkan hati mereka.
Cerita sendiri kemudian akan mengalir cepat. Ke masa-masa perang yang terdengar samar-samar dari desa, tapi berefek pada kehidupan mereka. Murid-muridnya yang beranjak besar dan memiliki jalan hidup masing-masing. Kehidupannya mengalami pasang surut setelah hidup berkeluarga.
Ini bukan cerita tentang heroisme, tapi lebih sebagai sebuah cerita yang 'apa adanya'. Miss Koishi sendiri bukan tokoh utama dalam buku ini dan ke-12 murid-muridnya juga tidak mendapat penggambaran secara detail (tentu saja, karena kemudian akan terlalu banyak tokoh yang membuat pusing pembaca, hehe). Pendeknya, ini cerita tentang suatu masa di Jepang, tentang pendidikan, juga sekilas tentang kehidupan mereka. Begitu saja. Cukup bermanfaat lah untuk menambah pengetahuan tentang Jepang ^-^
Judul: Dua Belas Pasang Mata
Diterjemahkan dari: Nijushi no Hitomi
Penulis: Sakae Tsuboi (1952)
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, 2013
Tebal: 248 halaman

No comments:
Post a Comment