Tuesday, 8 July 2014

Petualangan Peter & Gadis Penangkap Bintang

Saya tidak terlalu suka cerita fantasi, meski juga tidak anti. Saya melahap trilogi Lord of The Rings dan The Hobbits (yang menurut saya keren banget), tapi belum memiliki ketertarikan untuk membaca Harry Potter,The Chronicles of Narnia dan yang lain-lainnya. Dan juga butuh waktu yang lama membuat saya tertarik untuk membaca buku ini, Peter and The Starcatcher-nya Dave Barry & Ridley Pearson. Saya sudah sering bolak-balik ke toko buku dan menimang-nimang untuk membeli tapi tak pernah jadi, hingga akhirnya menemukan buku ini barisan buku diskon. Dengan embel-embel "New York Times Bestseller" saya cukup penasaran.

Peter Pan adalah tokoh yang diciptakan oleh penulis J.M Barrie pada tahun 1904, dan kemudian menjadi legendaris. Saya belum pernah membaca bukunya, tapi sudah beberapa kali menonton filmnya, yang menurut saya cukup keras untuk sebuah film anak-anak, tapi juga memiliki kedalaman Wendy yang memutuskan untuk menjadi dewasa).

Nah, Peter Pan versi Barry & Pearson adalah semacam penceritaan  tentang Peter Pan-nya Barrie tapi dengan versi yang berbeda. Dan menurut saya, ini menarik.

Peter di sini belumlah menjadi Peter Pan si 'anak ajaib' di bukunya J.M Barrie. Peter Pan masihlah seorang anak yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan dan siap melakukan perjalanan penuh petualangan dengan teman-temannya di sebuah kapal yang bernama Never Land. Awalnya, ini hanyalah seperti akan menjadi perjalanan yang biasa hingga hal-hal tak terduga terjadi. Peter akan bertemu dengan Molly, seorang gadis bermata hijau yang bisa menangkap bintang. Dan bagaimana kemudian dia harus membantu Molly menyelamatkan harta karun yang diincar oleh bajak laut bengis, Black Stache.

Kenapa Kapten Hook kehilangan sebelah tangannya, kenapa Peter Pan tetap menjadi anak-anak dan bisa terbang? Itulah yang tertulis di sampul belakang buku ini dan membuat saya penasaran untuk membacanya. Dan semuanya memang akan terjawab di sini. Sebuah petualangan seru dan menegangkan, meski juga meninggalkan sedikit sedih: kasihan ya Peter yang harus 'terjebak' di dunia anak-anak? Menjadi dewasa kadang memang bukan hal yang menyenangkan, tapi tidak pernah menjadi dewasa saya pikir juga menyedihkan. Hmm, entahlah. Akhirnya, ini hanyalah sebuah cerita fantasi anak-anak. Selamat bertualang bersama Peter Pan!

Note: Buku ini merupakan bagian pertama dari tetralogi Peter Pan, kedua buku berikutnya adalah Peter and Shadow Thieves, dan Peter and The Secret of Rundoon, serta Peter and The Word of Mercy

No comments:

Post a Comment